Arsitektur Telematika Pesawat Tak Berawak

Posted: 24 Oktober 2012 in Uncategorized

 

 

 

Unmanned Aerial Vehicle atau dalam bahasa indonesia disebut kendaraan udara tak berawak , UAV juga memiliki banyak sebutan lain seperti “Unmanned aircraft” , “drones”, “remotely piloted vehicles (RPVs) “ , UAV sendiri merupakan pengembangan dari Aeromodeling yang jika pada awalnya Aeromodeling ditunjukan untuk keperluan hobby saja , namun berbeda dengan UAV , UAV lebih banyak digunakan untuk keperluan militer dari mulai pengintaian , pemboman sampai pertempuran , yang membedakan UAV dari Rudal yang dikendalikan adalah UAV dapat digunakan berulang kali sedangkan rudal meskipun dapat dikendalikan tidak dapat digunakan kembali ,
Jika berdasarkan pengertian sederhana UAV adalah pesawat yang hanya dapat terbang lurus sambil mengumpulkan data atau sering disebut drones , seiring dengan berjalannya perkembangan teknologi UAV pun terbagi jadi 2 jenis yaitu yang dikendalikan dari lokasi lain yang lebih jauh atau pun yang berjalan sesuai dengan aturan tertentu yang telah diprogram kedalam nya , UAV memiliki berbagai bentuk , ukuran , konfigurasi dan karakteristik . contoh dari beberapa UAV yang sering digunakan atau yang telah dibuat adalah RQ-4 Global Hawk , MQ-1 Predator , TAM-5 dan masih banyak UAV lainnya
Setiap UAV memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain , fungsi atau kegunaan UAV yaitu :
1. Pengindraan jarak jauh UAV fungsi penginderaan jauh mencakup sensor spektrum elektromagnetik , sensor biologis, dan sensor kimia. Sebuah UAV’s dengan sensor elektromagnetik biasanya mencakup spektrum visual , inframerah , atau kamera dengan inframerah dan juga sistem radar. Detektor gelombang elektromagnetik lain seperti microwave dan sensor spektrum ultraviolet juga dapat digunakan, tapi tidak umum . Sensor sensor biologis mampu mendeteksi kehadiran udara berbagai mikroorganisme dan faktor-faktor biologi lainnya. Sensor kimia menggunakan spektroskopi laser untuk menganalisis konsentrasi dari setiap elemen di udara.
2. Transportasi UAV dapat mengangkut barang dengan menggunakan berbagai cara yang didasarkan pada konfigurasi dari UAV itu sendiri. Kebanyakan muatan disimpan dalam bagian pesawat , namun untuk uav dengan bentuk helikopter dapat mengangkut di bagian luarnya , kebanyakan UAV digunakan untuk mengangkut kargo kargo ringan yang membutuhkan kecepatan pengiriman dan memiliki resiko pengiriman tinggi .
3. Penelitian Ilmiah pesawat tanpa awak mampu menembus daerah daerah berbahaya yang tidak memungkinkan bila menggunakan pesawat berpilot , misalnya daerah pusat badai , perburuan angin topan ,penlitian terbang pada ketinggian tertentu yang berbahaya bagai manusia dan lain lain.
4. Penyerang Bersenjata , beberapa UAV seperti Predator RQ-1 telah dapat melakukan serangan ke target – target darat , bahkan Predator RQ-1 juga telah dapat digunakan untuk mengadakan pertempuran antar pesawat , kemampuan yang dimiliki UAV ini sangat menguntungkan bagi negara – negara maju karena resiko pengunaan pilot sebagai sandera atau tawanan perang telah dapat dihilangkan , dan juga dapat digunakan untuk misi misi rahasia dan yang bersifat sensitif dalam dunia politik internasional
5. SAR [ Search and Rescue] kemampuan UAV untuk terbang pada daerah berbahaya memungkinkan UAV dapat terbang bahakan dalam cuaca terburuk sekalipun , sehingga dapat meningkatkan efektifitas dalam pencarian korban kecelakanan ataupun korban cuaca buruk lainnya , dan daya terbang UAV yang tidak tergantung pada ketahanaan pilot mememungkinkan UAV terus menurus mencari korban tanpa berhenti

Sistem Navigasi pada UAV , UAV pada awalnya digunakan selama Perang Vietnam ditangkap setelah peluncuran dengan video yang merekam dengan mengunakan film atau kaset di pesawat. Pesawat ini sering kali diluncurkan dan terbang dalam garis lurus atau dalam lingkaran tertentu sambil mengumpulkan video sampai mereka kehabisan bahan bakar dan mendarat.Setelah mendarat, film baru ditemukan untuk di analisis. Karena sifat sederhana pesawat ini, mereka sering disebut drones. Sistem kontrol radio baru tersedia setelahnya, UAV dikontrol dari jarak jau dan istilah ” kendaraan dikemudikan yang dari jarak jauh ” datang menjadi mode. Saat ini UAV sering menggabungkan Pengendaliaan jarak jauh dengan komputer dan otomatisasi. Versi yang lebih canggih mungkin memiliki built-in kontrol dan / atau sistem panduan untuk melakukan tugas tingkat rendah pilot manusia seperti stabilisasi kecepatan dan jalur penerbangan, dan fungsi navigasi scripted sederhana seperti berikut titik arah. Karena UAV memiliki kendali jarak jauh maka UAV
Dapat ddipastikan bahwa UAV telah memiliki GPS yang terintegrasi untuk menentukan posisi UAV sendiri dan targetnya atau tujuan UAV sendiri.

 

Sumber :

http://www.pesawatterbang.net/267/sriti-merupakan-pesawat-tanpa-awak-100-ciptaan-anak-bangsa.html
http://allaboutfunandinfo.blogspot.com/2009/11/uav-unmanned-aerial-vehicle.html
http://www.dailywireless.org/2005/03/25/uavs-expand-role/
http://www.dailywireless.org/2012/03/06/flying-cell-towers/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s